KRIMINALSUMSEL

Angka Kecelakaan di Sumsel Tinggi, 30 Persen Didominasi Kaum Pelajar

Palembang, Medconas.com– Berdasarkan catatan angka kecelakaan oleh PT Jasa Raharja Cabang Sumatera Selatan, Senin (22/8/2022) setidaknya terdapat 30 persen kecelakaan didominasi kalangan pelajar. Hal tersebut terungkap saat sosialisasi terkait program pemberian perlindungan asuransi bagi korban kecelakaan lalu lintas di SMKN 2 Palembang, Senin (22/8/2022).

“Memang kalau dari data kita, untuk korban kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar itu hampir sekitar 30 persen. Dari seluruh korban kecelakaan ini, memang tinggi di kalangan pelajar. Makanya kami dari Jasa Raharja memberikan edukasi kepada siswa di sekolah terutama usia-usia yang masih remaja yang masih labil untuk bisa mengendalikan kendaraannya,” kata Kepala Jasa Raharja Sumsel, Abdul Haris.

Menurutnya, kecelakaan tersebut paling banyak diakibatkan karena human error atau kesalahan manusia itu sendiri.

Disinggung mengenai tahapan proses asuransi tersebut Haris menerangkan, pihaknya memberikan asuransi kepada kecelakaan lalu lintas dengan beberapa persyaratan. Sebab jika tidak ada laporan polisi maka tidak dapat diproses. Karena itu berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas. Da yang utama memberikan perlindungan adalah jasa Raharja.

” Jadi semisal kalau dia ditabrak, dia bisa mendapatkan asuransi yang penting dia melaporkan kejadian kecelakaan itu kepada polisi. Karena itu syarat utama dan mutlak harus ada laporan polisi. Setelah laporan polisi baru akan mendapatkan notifikasi dari kepolisian kita sudah kerjasama dengan kepolisian ada sistemnya. Disana datanya sudah masuk, kita dapat notifikasi dan dapat mengecek korban meninggal dunia atau korban luka-luka. Kalau meninggal dunia kami langsung mendatangi ke ahli waris,” katanya.

“Untuk yang korban meninggal dunia, pemberian santunan tidak boleh tunai lagi tapi ke rekening ahli waris. Jadi kita juga tersambung dengan dukcapil datanya. Jadi kita bisa melihat NIK-nya kita akan cek orang tuanya, istrinya kita bisa langsung ke sana,” ungkapnya.

Lebih lanjut Haria menambahkan, untuk korban kecelakaan yang luka-luka, pihaknya juga langsung ke rumah sakit untuk konfirmasi ke rumah sakit dan langsung memberikan surat jaminan kalau korban ini ada laporan polisi.

“Itu terjamin atau mendapat jaminan dari jasa Raharja. Untuk korban kecelakaan yag dirawat di rumah sakit, maka maksimal asuransi perawatan sebesar Rp 20 juta,” katanya seraya mempertegas jika untuk cacat tetap setelah dirawat akan mendapatkan santunan bergantung dari persentasenya cacat tetapnya. Santunan cacat tetap maksimal mencapai Rp 50 juta.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button