HUKUM

Lacinong Menang Perkara Perdata di Pengadilan Negeri Palembang

Palembang  (Medconas.com)- Kasus perkara tanah atas nama kepemilikan Lacinong dalam perkara tata usaha negara, tindak pidana dan perdata, telah dimenangkan oleh Lacinong,  hal ini diungkap kuasa hukumnya H Heru P Malano, Sabtu, (24/6/2023).
Dilansir dari Sripoku.com,  H Heru mengatakan, terkahir kliennya dilaporkan perkara perdata ke PTUN, pada tanggal 23 Desember 2022. ” Namun Hasilnya bahwa kekalahan Januar Kwan dan Hory Uteh pada perkara dan dalam perkara tindak pidana di pengadilan Palembang kelas 1A khusus,” katanya sambil mengatakan bahwa majelis hakim telah memutuskan perkara perdana No 301/Pdt.G/2022/PN. PLG tertanggal 23 Desember 2023.
Lanjutnya, dengan amar putusan, menolak gugatan penggugat untuk  seluruhnya dan membayar biaya pidana. “Dan penggugat diberikan waktu bandung sebagai hal penggugat dalam waktu 14 Hari, terhitung sejak putusan di bacakan sesuai Perma no 7 tahun 2022, Jo SK KMA No 363/KM/SK/XII/2023, yang mengatakan bahwa batas akhir  banding penggugat pada 27 Juni 2023,” bebernya.
” Sampai saat ini belum diketahui apakah penggugat mengajukan permohonan banding atau tidak, jika tidak makan ingkra berkekuatan hukum tetap, ” tegas H Heru yang juga saat itu didampingi rekannya Evi Kueswendi.
Lebih jauh H Heru juga mengatakan, kliennya sudah tiga kali dilaporan oleh Januar Kwan dan Hory Uteh. Pertama dilaporan perkara tata usaha negara, pada 6, Desember 2017, saat itu juga bahwa putusan gugatan no 53/G/207/PTUN-PLG, dimenangkan oleh Lacinong atas pertimbangan hakim
“Bahwa tergugat melakukan banding di PTUN Medan selaku pembanding namun putusan PTUN Medan pada intinya memutus bahwa banding pembanding merupakan perkara sengketa perdata pada pengadilan Umum. ” Bukan perkara adminitrasi tata usaha negara artinya menyarankan para pihak untuk menempuh guguran perdata di pengadilan negeri,” katanya.
Lalu dilanjutkan, klien kami Lacinong dilaporkan kasus tindak pidana. Dimana petugas penyidik kepolisian memanggil Lacinong berdasarkan laporan Januar Kwan dan Honey Uteh. Kemudian lacinong di tetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyerobotan tanah atau menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam kata terkait sebidang tanah seluas 50.44y M2 yang terletak di Kelurahan Silaberanti kecamatan Jakabaring, Palembang.
” Bahwa berdasarkan fakta di persidangan majelis hakim pengadilan negeri, Palembang, dengan segala pertimbangan hukumnya dengan berdasar pada fakta serta bukti bukti yang diperlihatkan didalam ruang persidangan telah menyampaikan dan memutus perkara No 311/pid.B/2022/PB.PLG tertanggal pada 6 Juni 2022, melepaskan terdakwa oleh karena itu dari segala tuntutan hukum (Onslag Van Alie Rechtsvervolging), ” bebernya kembali.
” Jadi dalam tiga perkara ini klien kami Lacinong tidak terbukti. Dan jika tidak ada banding hingga 27 Juni ini, maka kasus ini Ingkra, berkekuatan Hukum Tetap,” tegasnya.
H Heru yang juga didampingi dua rekannya, Zulkapli dan Sustawati mengatakan, hingga kini kliennya juga masih menunggu ganti rugi dari pihak Pemprov,” kita masih menunggu ganti rugi dari pihak Pemprov terkait jalan yang digunakan waktu Sea Games, beberapa waktu lalu.  namun hingga kini belum terealisasi,” katanya. (**/IMS).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button