HUMANIORA

Membangun Kesadaran dan Pemahaman Pajak Sejak Dini

Oleh : Sony Aryanto *
 Pajak merupakan sumber pendapatan yang sangat penting bagi negara dalam menjalankan berbagai program dan layanan publik. Penting bagi generasi muda untuk diperkenalkan dengan konsep dan pentingnya pajak sejak dini. Pengenalan pajak sejak usia dini dapat membantu membangun kesadaran, pemahaman, dan sikap yang positif terhadap kewajiban perpajakan. Artikel ini akan menjelaskan pentingnya pengenalan pajak sejak dini dan bagaimana hal ini dapat dilakukan.
  1. Membangun Kesadaran: Pengenalan pajak sejak dini dapat membantu membangun kesadaran tentang peran penting pajak dalam pembangunan negara. Anak-anak dapat diberitahu mengenai bagaimana pajak digunakan untuk membiayai infrastruktur, pendidikan, layanan kesehatan, dan program sosial lainnya. Dengan memahami bagaimana pajak berkontribusi pada kehidupan sehari-hari, anak-anak akan lebih menyadari pentingnya kewajiban perpajakan di masa depan.
  1. Membentuk Pemahaman: Pengenalan pajak sejak dini juga membantu anak-anak memahami konsep dasar perpajakan. Mereka dapat diajarkan tentang jenis-jenis pajak yang ada, seperti pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai (PPN), dan pajak properti. Selain itu, anak-anak juga dapat mempelajari prinsip-prinsip dasar perpajakan, seperti keadilan dalam pembagian beban pajak dan pentingnya kepatuhan terhadap aturan perpajakan.
  1. Menumbuhkan Sikap yang Positif: Pengenalan pajak sejak dini dapat membantu menumbuhkan sikap yang positif terhadap kewajiban perpajakan. Anak-anak dapat diajarkan tentang pentingnya membayar pajak secara jujur dan tepat waktu. Mereka dapat diberi pemahaman bahwa membayar pajak adalah bentuk partisipasi aktif dalam pembangunan negara dan memberikan manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan. Dengan membangun sikap yang positif sejak dini, diharapkan anak-anak akan menjadi wajib pajak yang bertanggung jawab di masa depan.
  1. Metode Pengenalan Pajak Sejak Dini: Pengenalan pajak sejak dini dapat dilakukan melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan dan interaktif. Beberapa metode yang dapat digunakan antara lain: a. Aktivitas bermain peran: Anak-anak dapat berperan sebagai wajib pajak, petugas pajak, atau konsumen dalam permainan simulasi. Hal ini membantu mereka memahami hubungan antara pajak dan transaksi ekonomi. b. Cerita dan buku bergambar:  Menggunakan cerita dan buku bergambar yang menarik tentang pajak dapat membantu menjelaskan konsep pajak dengan cara yang lebih mudah dipahami oleh anak-anak. c. Kunjungan ke lembaga pajak: Mengajak anak-anak untuk mengunjungi kantor pajak lokal atau museum perpajakan dapat memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana sistem perpajakan bekerja.
Salah satu upaya yang sudah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak  dalam rangka meningkatkan dan mengenalkan kesadaran pajak sejak dini yang sudah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak adalah dengan melakukan kampanye secara terstruktur, terarah dan terpadu. Kegiatan kampanye tersebut dilaksanakan dalam bentukTax Goes to Scholl dan Pajak Bertutur yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2017 dalam rangka Hari Pajak tanggal 14 Juli dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh  jenjang pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Pengenalan pajak sejak dini merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran, pemahaman, dan sikap yang positif terhadap kewajiban perpajakan. Dengan memahami pentingnya pajak dan bagaimana pajak digunakan untuk membiayai berbagai pembangunan dan layanan publik, generasi muda akan lebih terlibat dalam membangun masyarakat yang bertanggung jawab secara perpajakan. Dengan metode edukatif yang kreatif dan interaktif, pengenalan pajak sejak dini dapat menjadi langkah awal dalam membentuk wajib pajak yang sadar dan patuh di masa depan. (**)
* Penulis adalah Pegawai Direktorat Jenderal Pajak, tulisan ini merupakan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button