HUMANIORA

Panitia Kecil Versi BPUPKI dan Versi Soekarno

Oleh: H Albar Sentosa Subari*

Bicara ” Panitia Kecil ” berkaitan erat dengan tugas mengumpulkan usul usul para anggota BPUPK yang akan dibawa pada sidang BPUPK bulan Juli 1945.
Pada tanggal 1 Juni 1945, sehabis Ir. Soekarno menyampaikan pokok pokok pikiran pada sidang BPUPK , maka ketua BPUPK membentuk Panitia Kecil yang diketuai oleh Ir. Soekarno., Yang terdiri dari delapan orang yakni:
Ir. Soekarno
Drs. M. Hatta
Mr.M.Yamin
Mr.A.Maramis
M.Sutardjo K.
Otto Iskandar Dinata
Ki. Bagus’Hadikusumo
Kiai. H .Wachid Hasyim.
Pada tanggal 18-24 Juni 1945, diselenggarakan sidang Cuo Sangi In ke VIII.
Pertemuan itu digunakan oleh Soekarno mengadakan sidang kecil mengumpulkan anggota BPUPK yang sempat hadir berjumlah 38 orang dari undangan yang direncanakan akan dihadiri 47 orang anggota.
Dari hasil pertemuan tersebut lahirlah Panitia Kecil versi Soekarno yang terdiri dari sembilan anggota. Dengan tugas merancang Rancangan Pembukaan Undang Undang Dasar Republik Indonesia. Oleh Soekarno disebutnya” Mukadimah”, Mr M.Yamin menyebutnya” Piagam Jakarta”
Pertemuan ini menghasilkan juga perubahan jumlah anggota Panitia Kecil bentukan BPUPK dari delapan orang dengan berbanding 6:2. Enam golongan nasionalis dan dua golongan Islam, menjadi 5:4.
Dengan adanya dua versi Panitia Kecil tersebut selanjutnya lahirlah istilah Panitia Kecil Resmi dan Panitia Kecil Tidak Resmi.
Panitia kecil resmi buatan BPUPK Anggota nya 8 orang, seperti terurai di atas tadi.
Sedangkan Panitia Kecil tidak resmi versi Soekarno terdiri 9 orang (panitia kecil inilah yang menghasilkan rumusan Piagam Jakarta yaitu:
Golongan nasionalis:
Ir. Soekarno
Drs. M.Hatta
Mr. M. Yamin
Mr. A. Maramis
Mr. Subardjo
Golongan Islam diwakili
K.H. Wachid Hasyim
K.H.Kahar Muzakir
H. Agus Salim
R.Abikusno T.
Dalam panitia kecil resmi hanya diwakili oleh golongan Islam tradisional dari pesantren ( Ki. Bagus Hadikusumo dan KH.Wachid Hasjim). Dalam panitia kecil tak resmi, golongan Islam diwakili juga oleh tokoh Islam yang berlatar belakang pendidikan barat ( H.Agus Salim dan Abikusno Tjokrosuyoso. KH.Wachid Hasjim tetap duduk dalam panitia kecil tidak resmi, sedangkan Ki.Bagus Hadikusumo diganti oleh KH.Kahar Muzakir yang tamatan Universitas Al Azhar.j. (**)

*Penulis adalah Ketua Jaringan Panca Mandala Sriwijaya

Related Articles

Back to top button