NASIONAL

Bentrok Brimob dengan TNI AL di Sorong Berawal dari Teguran Hingga Pengeroyokan, 5 Orang Prajurit Terluka

Sorong, Medcnas.com,—-Suasana damai pasca Idul Fitri 1445 H harus tercoreng, akibat ulah oknum aparat penegak hukum yang bentrok di Pelabuhan Sorong Papua Barat kemarin, Ahad (14/4/2024)

Diketahui, atas insiden tersebut, lima orang prajurit TNI AL mengalami luka usai bentrok dengan Brimob.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mayjen TNI Nugraha Gumilar menyampaikan kelima korban tersebut telah dirawat di Rumah Sakit setempat.

“Korban luka 5 orang [prajurit TNI AL] saat ini sudah di rawat di RS,” ujarnya dikutip dari bisnis.com, Ahad (14/4/2024).

Dia juga menyampaikan peristiwa bentrok ini terjadi di pintu masuk ruang tunggu keberangkatan di Pelabuhan Pelindo IV Sorong Papua Barat pukul 09.30 WIB.
Jenderal TNI Bintang dua itu mengatakan bahwa penyebab perkelahian antara anggota TNI AL dan Brimob Polda Papua Barat karena kesalahpahaman.

“Penyebabnya terjadi kesalahpahaman antara anggota Brimob ditegur oleh anggota AL,” imbuhnya.

Selain itu, Gumilar juga menekankan saat ini pihaknya telah melakukan mediasi dari masing-masing pimpinan agar segera menyelesaikan peristiwa ini.

“Selain itu melaksanakan patroli bersama sebagai tindakan preventif agar tidak teprovokasi dengan kejadian tersebut,” pungkasnya.

Dia mengatakan, penyebab terjadinya perkelahian tersebut karena adanya kesalah pahaman. Anggota Brimob tidak terima karena ditegur oleh anggota TNI Angkatan Laut (AL).

Informasi yang dihimpun, anggota Brimob tersebut dilarang naik ke kapal, sehingga terjadi pengeroyokan anggota POMAL oleh oknum Brimob.

“Penyebab bentorkan terjadi kesalahpahaman antara anggota Brimob ditegur oleh anggota AL,” ujar jenderal Bintang dua tersebut.

Sementara itu, Polda Papua Barat memastikan kondisi di Pelabuhan Sorong telah kondusif hari ini, Senin (15/4/2024).

Kondusif (situasi di kota). Pelabuhan normal (berjalan seperti biasa),” kata Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Ongky Isgunawan saat dikonfirmasi, Senin (15/4/2024)

Menurut dia, kini proses pasca bentrokan yang kemarin terjadi masih dalam penyelidikan. Dengan perkembangan yang akan disampaikan Polda Papua Barat secara berkala.

Masih proses (penyelidikan) ya. Nanti saya info (perkembangan penyelidikannya),” jelas Ongky.

Sebelumnya, disebut sanksi tegas menanti bagi para pelaku yang terlibat dalam peristiwa itu dan terbukti bersalah.

“Kapolda sudah menyampaikan permohonan maaf kepada TNI khususnya dan masyarakat umumnya, serta akan memberikan tindakan tegas kepada para pelaku yang menyebabkan rusaknya soliditas TNI-Polri ini,” tutur Panglima Komando Armada III Laksamana Muda TNI Hersan kepada wartawan, Senin (15/4/2024).

Related Articles

Back to top button