SUMSEL

Program LTT Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Palembang (Medconas.com)– Rapat Koordinasi Luas Tambah Tanam (LTT) dan Administrasi Kepegawaian dilaksanakan pada hari Jumat (23/01/2026), bertempat di Aula BBRMP Sumsel.  Rapat ini dipimpin oleh Plt. Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sumsel Dr. Rustam, S.P., M.Si. yang dihadiri Kelsi Provinsi Sumsel Efraini, S.P., M.P. Koordinator Penyuluh Pertanian CWS BBRMP dan PJ LTT 17 Kab/Kota BBRMP.
Rapat ini bertujuan agar terjalinnya koordinasi dan sinkronisasi data sandingan dalam meminimalisir selisih data serta mendorong tercapainya target LTT Sumsel. Selanjutnya untuk Permasalahan Kepegawaian Kelsi Penyuluh Pertanian CWS Sumsel akan terus berkoordinasi dengan Plt. Kabag TU BBRMP Sumsel. Pertemuan ini diharapkan menjadi motivasi agar satu visi dan misi untuk pencapaian swasembada pangan berkelanjutan.
Program Luas Tambah Tanam (LTT) terus digalakkan pemerintah sebagai upaya strategis untuk meningkatkan produksi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui program ini, pemerintah mendorong optimalisasi lahan pertanian agar dapat ditanami secara maksimal dan berkelanjutan. LTT bertujuan menambah luas areal tanam, baik melalui pemanfaatan lahan tidur, lahan rawa, maupun peningkatan indeks pertanaman pada lahan sawah yang sudah ada. Dengan demikian, produksi komoditas utama seperti padi, jagung, dan hortikultura diharapkan meningkat secara signifikan.
Selain meningkatkan produksi, LTT juga diarahkan untuk menjaga stabilitas pasokan pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan alih fungsi lahan. Pola tanam yang lebih terencana diharapkan mampu mengurangi risiko gagal panen serta menjaga ketersediaan pangan sepanjang tahun.
Program ini turut memberikan dampak ekonomi bagi petani. Dengan bertambahnya luas tanam, peluang peningkatan pendapatan petani menjadi lebih besar. Pemerintah juga mendukung LTT melalui penyediaan sarana produksi pertanian, seperti benih unggul, pupuk, alat mesin pertanian (alsintan), serta pendampingan teknis dari penyuluh pertanian.
Di sejumlah daerah, termasuk wilayah termasuk di Sumatera Selatan, LTT dinilai efektif dalam mengoptimalkan potensi lahan yang sebelumnya kurang produktif. Upaya ini sekaligus mendorong pertanian ramah lingkungan dengan pengelolaan lahan yang sesuai karakteristik wilayah. Ke depan, pemerintah berharap program LTT dapat menjadi fondasi kuat untuk swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional. (**/Desinta)

Related Articles

Back to top button