NASIONAL

Puluhan Warga Dilarikan ke Puskesmas Usai Diduga Alami Sesak Nafas Lantaran Diduga Menghirup Asap Kuning di Cilegon

Jakarta, Medconas.com—- Sebanyak 46 warga, mulai dari anak-anak hingga lansia, harus dilarikan ke puskesmas terdekat usai diduga menghirup asap berwarna kuning pekat yang membubung dari area pabrik yang terjadi di lingkungan Kalibaru, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Sabtu (31/1/2026).

Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari turut mendesak penanganan cepat, tepat, dan akurat atas insiden kebocoran gas di kilang PT Vopak Indonesia tersebut.

Ratna menegaskan, keselamatan karyawan, warga sekitar, hingga wisatawan harus menjadi prioritas utama. Apalagi lokasi ini tidak jauh dari kawasan wisata Pantai Anyer.

” Negara tidak boleh lamban dalam situasi seperti ini, ” pintanya.

Berdasarkan data sementara, insiden diduga bermula saat perusahaan melakukan pembersihan pipa menuju kotak EBC (kempu) di dekat tangki nomor TK 0638. Sisa base oil di dalam pipa diduga bereaksi dengan sisa bahan kimia yang masih mengendap di dalam kempu, sehingga memicu pelepasan gas beracun.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu meminta agar penanganan medis terhadap seluruh korban dilakukan maksimal, tanpa terkecuali.

” Pemerintah dan instansi terkai perlu segera melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab kebocoran. PT Vopak harus bertindak transparan dan bertanggung jawab penuh atas dampak yang ditimbulkan, ” terangnya

“Jangan sampai kepentingan industri mengorbankan keselamatan rakyat. Ini harus menjadi peringatan keras bagi seluruh industri berisiko tinggi di Indonesia,” tambahnya.

Menanggapi insiden ini, HRD PT Vopak Terminal Merak, Ajeng Yuanita menjelaskan, kepulan asap yang membumbung tinggi tersebut muncul saat petugas melakukan aktivitas pembersihan rutin pada fasilitas perusahaan.

“Kepulan asap kuning kecokelatan itu bukan karena kebocoran atau kegagalan produksi. Itu merupakan sisa pembuangan yang bercampur dengan uap pada saat kegiatan pembersihan pipa dilakukan,” ujar Ajeng dalam keterangannya, sebagaimana dilansir dari inews.id  Ahad  (1/2/2026).

Ia menambahkan, atas peristiwa ini pihak perusahaan menyampaikan permohonan maaf atas keresahan yang terjadi dan berkomitmen untuk mengevaluasi prosedur kerja agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Related Articles

Back to top button