HUMANIORA
Catatan Singkat dari sidang MK
Catatan singkat dari sidang di Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia

Oleh: H. Albar Sentosa Subari*
Catatan khusus pada sidang hari Jumat tanggal 5 April 24. Kenapa momen itu yang menjadi fokus pada artikel kita satu ini, karena pada sidang hari tersebut dihadirkan nya para pembantu presiden Jokowi yang sedang aktif bekerja di kabinet Jokowi sekarang ini.
Menurut anggota Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi bapak Arif Hidayat ( hakim mahkamah konstitusi yang menurut informasi beliau pada saat sidang bahwa , dalam pemeriksaan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum beliau cukup berpengalaman karena sudah tiga kali yang diikutinya sebagai hakim konstitusi yaitu tahun 2014, dan 2019 serta PHPU Pilpres 24 ini).
Karena alasannya untuk memanggil Jokowi langsung di persidangan, akan tidak dimungkinkan karena beliau selaku Kepala Pemerintahan dan sebagai kepala negara Republik Indonesia. Sehingga yang dipanggil di persidangan adalah para menteri nya. ( Karena logika juridis mereka mereka menteri tersebut mengetahui apa yang telah dan akan dilakukan oleh presiden, terbukti dengan diketahuinya kehadiran mereka di sidang MK, dan telah mengarahkan agar para menteri hanya menyampaikan sesuatu tupoksi masing-masing.
Menurut anggota Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi bapak Arif Hidayat ( hakim mahkamah konstitusi yang menurut informasi beliau pada saat sidang bahwa , dalam pemeriksaan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum beliau cukup berpengalaman karena sudah tiga kali yang diikutinya sebagai hakim konstitusi yaitu tahun 2014, dan 2019 serta PHPU Pilpres 24 ini).
Karena alasannya untuk memanggil Jokowi langsung di persidangan, akan tidak dimungkinkan karena beliau selaku Kepala Pemerintahan dan sebagai kepala negara Republik Indonesia. Sehingga yang dipanggil di persidangan adalah para menteri nya. ( Karena logika juridis mereka mereka menteri tersebut mengetahui apa yang telah dan akan dilakukan oleh presiden, terbukti dengan diketahuinya kehadiran mereka di sidang MK, dan telah mengarahkan agar para menteri hanya menyampaikan sesuatu tupoksi masing-masing.
Presiden sebagai Kepala Pemerintahan dan sebagai Kepala Negara harus kita hormati karena sebagai Lambang dan Simbul Negara.
Dari diskusi antara para menteri dan majelis hakim Mahkamah Konstitusi pada hari itu, seperti fokus pada kebijakan kebijakan Jokowi yang berkaitan dengan anggaran dan kebijakan penyaluran danz untuk masyarakat Indonesia yang popular didengar istilah BANSOS.
Penanganan bantuan sosial di Indonesia di tangani oleh beberapa instansi dan kementerian, jadi tidak terpusat di kementerian sosial saja. Yang menarik dari penjelasan ibu menteri sosial bahwa sejak beliau menjadi menteri sosial beliau mengambil inisiatif untuk tidak menyalurkan bantuan pada masyarakat berupa natural yaitu berupa barang atau benda seperti beras dan bahan pokok masyarakat, tapi penyaluran dana dilakukan dengan transfer ke instansi lembaga keuangan yaitu beberapa bank yang ditunjuk serta PT. Pos. Indonesia.
Karena beliau tidak mau mengulang kebijakan kebijakan menteri sosial terdahulu, karena informasi nya hal tersebut merupakan hasil dari BPK RI., dan juga menurut menteri keuangan kalau penyalur berupa beras misalnya; banyak keluhan warga negara rendah nya kualitas beras tersebut ( beras Bulog).
Namun juga perlu di catat tidak semua pertanyaan hakim Konstitusi, yang mereka jawab mungkin ada pertimbangan khusus, itupun dibiarkan dan tidak di dalam atau diteruskan oleh penanya. Walaupun sebenarnya secara berseloroh jawaban beberapa menteri secara inklusif telah terucap. Misalnya seloroh seorang hakim bertanya pada bapak Airlangga Hartarto, bahwa Golkar (kebetulan ybs adalah ketua umum partai Golkar dan pendukung salah satu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden) penanya mengatakan Golkar mendapatkan suara terbanyak di situ?, di jawab bapak Airlangga Hartarto, …. TAPI BUNGKUS bukan kuning. Ditimpa anggota majelis hakim yang bertanya WARNA APA, jawabnya Dak Tau. Mereka tersenyum artinya cukup lah dimengerti sendiri….
Demikianlah beberapa catatan singkat dari sidang pleno hakim mahkamah konstitusi Jumat 5 April 24. Sebenarnya masih banyak pertanyaan pertanyaan hakim Konstitusi Republik Indonesia yang tidak secara responsif dijawab. Ada pertanyaan wakil ketua Mahkamah Konstitusi bapak Saidi Isra, sambil menunjuk peta perjalanan dari kunjungan Jokowi saat menjelang pilpres di Indonesia. Yang menjadi pertanyaan bapak Saidi Isra: kenapa Jokowi sering melakukan kunjungan ke Jawa Tengah, yang menurut informasi nya Jokowi melakukan kegiatan kunjungan lebih dari seratus kali. Pertanyaan itu dijawab oleh Muhadjir Effendy, dirinya menduga sering nya Jokowi berkunjung ke suatu daerah karena tersebut diberikan bantuan lebih banyak proyek strategis nasional. Menurut saya, kalau ada daerah kok sering dikunjungi Presiden, kemungkinan besar di situ banyak proyek yang diberikan, proyek strategis nasional. Jokowi berkunjung ke daerah mungkin lebih dari 5 titik, mengecek banyak hal misalnya bansos dan lain sebagainya. Disampaikan dengan gaya Muhadjir Effendy ( tribun network). (**)
Dari diskusi antara para menteri dan majelis hakim Mahkamah Konstitusi pada hari itu, seperti fokus pada kebijakan kebijakan Jokowi yang berkaitan dengan anggaran dan kebijakan penyaluran danz untuk masyarakat Indonesia yang popular didengar istilah BANSOS.
Penanganan bantuan sosial di Indonesia di tangani oleh beberapa instansi dan kementerian, jadi tidak terpusat di kementerian sosial saja. Yang menarik dari penjelasan ibu menteri sosial bahwa sejak beliau menjadi menteri sosial beliau mengambil inisiatif untuk tidak menyalurkan bantuan pada masyarakat berupa natural yaitu berupa barang atau benda seperti beras dan bahan pokok masyarakat, tapi penyaluran dana dilakukan dengan transfer ke instansi lembaga keuangan yaitu beberapa bank yang ditunjuk serta PT. Pos. Indonesia.
Karena beliau tidak mau mengulang kebijakan kebijakan menteri sosial terdahulu, karena informasi nya hal tersebut merupakan hasil dari BPK RI., dan juga menurut menteri keuangan kalau penyalur berupa beras misalnya; banyak keluhan warga negara rendah nya kualitas beras tersebut ( beras Bulog).
Namun juga perlu di catat tidak semua pertanyaan hakim Konstitusi, yang mereka jawab mungkin ada pertimbangan khusus, itupun dibiarkan dan tidak di dalam atau diteruskan oleh penanya. Walaupun sebenarnya secara berseloroh jawaban beberapa menteri secara inklusif telah terucap. Misalnya seloroh seorang hakim bertanya pada bapak Airlangga Hartarto, bahwa Golkar (kebetulan ybs adalah ketua umum partai Golkar dan pendukung salah satu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden) penanya mengatakan Golkar mendapatkan suara terbanyak di situ?, di jawab bapak Airlangga Hartarto, …. TAPI BUNGKUS bukan kuning. Ditimpa anggota majelis hakim yang bertanya WARNA APA, jawabnya Dak Tau. Mereka tersenyum artinya cukup lah dimengerti sendiri….
Demikianlah beberapa catatan singkat dari sidang pleno hakim mahkamah konstitusi Jumat 5 April 24. Sebenarnya masih banyak pertanyaan pertanyaan hakim Konstitusi Republik Indonesia yang tidak secara responsif dijawab. Ada pertanyaan wakil ketua Mahkamah Konstitusi bapak Saidi Isra, sambil menunjuk peta perjalanan dari kunjungan Jokowi saat menjelang pilpres di Indonesia. Yang menjadi pertanyaan bapak Saidi Isra: kenapa Jokowi sering melakukan kunjungan ke Jawa Tengah, yang menurut informasi nya Jokowi melakukan kegiatan kunjungan lebih dari seratus kali. Pertanyaan itu dijawab oleh Muhadjir Effendy, dirinya menduga sering nya Jokowi berkunjung ke suatu daerah karena tersebut diberikan bantuan lebih banyak proyek strategis nasional. Menurut saya, kalau ada daerah kok sering dikunjungi Presiden, kemungkinan besar di situ banyak proyek yang diberikan, proyek strategis nasional. Jokowi berkunjung ke daerah mungkin lebih dari 5 titik, mengecek banyak hal misalnya bansos dan lain sebagainya. Disampaikan dengan gaya Muhadjir Effendy ( tribun network). (**)
*Penulis adalah Ketua JPM Sriwijaya, Sumatera Selatan



