PKL Pasar 16 Ilir Pilih Bertahan dari Penggusuran, Ini Alasannya…!

Palembang, Medconas.com– Sebagian besar para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar 16 Ilir kembali berjualan di depan dan pinggir jalan pasca dirobohkannya beberapa bangunan kemarin, Selasa (20/6/2023).
Sebanyak 159 PKL dipaksa pindah oleh Perumda Pasar Palembang Jaya dan pihak pengelolah karena kawasan tersebut akan direvitalisasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pasca penggusuran kemarin, hari ini Rabu (21/6/2023) para PKL , akhirnya di izinkan kembali untuk berjualan selama 3 hari oleh Perumda Pasar dan Satpol PP Kota Palembang.
Salah seorang PKL, Ramdani mengatakan, selama tiga hari ke depan para PKL akan tetap berjualan, sesuai izin dari pengelola pasar juga Perumda Pasar Palembang Jaya.
“Ya kami kalau pindah pun mau pindah kemana, semua pelanggan tahu kami disini, rasanya tidak masuk akal mereka ingin kami pindah,” katanya.
Ramdani menambahkan, sebagian besar pedagang sudah membayar uang sewa . Bahkan, banyak diantarnya masih memiliki masa sewa bulanan yang panjang kepada pihak ke tiga dengan inisial Hj Y, rata-rata Rp1 juta perbulan.
“Kami bayar Rp1 juta per lapak, kalau dua lapak seperti kita ini Rp2 juta perbulan, dan ada bayar iuran harian Rp5000,” katanya.
Para pedagang juga sanksi jika dipindah ke Pasar Soak Bato atau Bukit Kecil dan lainnya, akan selaris di Pasar 16. Ilir. Itulah mengapa, kata Ramdani dirinya dan sebagian besar pedagang merasa keberatan bila harus direlokasi.
“Apakah di pasar yang akan kita pindah itu dijamin ramai, lapaknya apakah tersedia, kami disini cari rezeki untuk makan anak istri,” tambahnya.
Sementara itu, Zulhas salah seorang pekerja di toko yang ikut dirobohkan kemarin mengatakan hal serupa. Menurutnya , sebagai pegawai, dia khawatir akan kehilangan pekerjaan jika lapak mereka dibubarkan.
“Kami ini pegawai saja, bos yang punya, kalau dipindahkan, mungkin bos tidak akan pakai kita lagi karena di pasar lain belum tentu ramai,” ucapnya.
Untuk diketahui, rencana revitalisasi ini akan dilakukan Juli 2023 oleh Perumda Pasar Palembang Jaya bersama pihak pengelola, PT Bima Citra Realty.
Dirut Perumda Pasar Palembang Jaya A Rizal mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan rapat mediasi bersama DPRD Kota Palembang.
“Kami sedang rapatkan di DPRD,” ujarnya.
Sementara Pengelola Pasar 16 Ilir juga PT Bima Citra Realty, Yeyen, saat dikonfirmasi enggan memberikan keterangan.
“Silakan langsung ke Perumda Pasar saja, soal PKL dan renovasi,” timpalnya singkat.



