Masjid di Tepi Barat Gaza di Bom, Korban Tewas Serangan Israel Tembus 6 Ribu Lebih
2 Ribu Diantaranya Anak-Anak

Palestina, Medconas.com—-Data korban tewas akibat agresi militer Israel sejak 7 Oktober 2023 lalu menelan lebih dari 6 ribu warga Palestina di Jalur Gaza maupun di tepi barat. Sementara belasan ribu warga lainnya mengalami luka berat.
Melansir cnbcindonesia.com, Selasa (24/10/2023).Perang Israel-Hamas kini memasuki hari ke-16. Ini merupakan perang paling mematikan di antara lima perang di Gaza bagi kedua belah pihak. Kementerian Kesehatan Palestina pada Minggu, (22/10/2023) mengatakan jumlah korban tewas di Gaza telah mencapai sedikitnya 4.651 orang sementara 14.254 orang lainnya terluka. Kementerian juga mengatakan 93 warga Palestina pun tewas dalam kekerasan dan serangan Israel di wilayah Palestina lain, Tepi Barat.
Israel sendiri mencatat dari 1.400 orang di Israel telah terbunuh, sebagian besar dalam serangan awal Hamas. Selain itu, 203 orang diyakini ditangkap oleh Hamas selama serangan tersebut dan dibawa ke Gaza.Sementara itu, Pihak medis korban tewas diantaranya sebanyak 2.055 anak, 1.119 perempuan dan 217 lansia tewas akibat gempuran Israel ini.
Israel Bom Mesjid di Tepi Barat
Militer Israel melancarkan serangan udara ke sebuah masjid di Tepi Barat. Hal ini menewaskan sedikitnya dua orang dalam apa yang oleh para pejabat Palestina disebut sebagai “eskalasi berbahaya”.
Masjid tersebut, mengutip New York Post, berada di kamp pengungsi Palestina yang padat di Jenin, Tepi Barat bagian utara. Militer Israel mengatakan pihaknya menargetkan “kompleks teror” bawah tanah di bawah masjid, yang dikatakan digunakan oleh Hamas dan Jihad Islam untuk mengatur serangan yang akan segera terjadi.
“Bom waktu,” kata Letkol Richard Hecht, juru bicara militer Israel, menyebut aktivitas yang terjadi di bawah masjid. Klaim tersebut belum diverifikasi secara independen.
Kementerian Luar Negeri Palestina menyebut serangan itu sebagai eskalasi berbahaya dalam penggunaan pesawat tempur. Kementerian menyebut dalam sebuah pernyataan bahwa Israel tampaknya membawa taktik yang digunakan di Jalur Gaza ke Tepi Barat.
Setelah jeda selama hampir dua dekade, Israel melanjutkan serangan udara terbatas di Tepi Barat pada bulan Juli. Sebagian besar menggunakan drone, selama dua hari pengepungan dengan dalih untuk membasmi kelompok bersenjata.



