Hukum Nasional Dalam Pembukaan UUD 1945

Oleh: H Albar Sentosa Subari*
Tiada konsep yang pasti tentang hukum kita, membawa akibat tiada Asas asas hukum yang jelas dan pasti.
Padahal, tata hukum mana pun hanya dapat tersusun dengan baik bilamana pengertian dan asas tersebut harus jelas dan pasti.
Hal itu karena, pertama tama memerlukan dasarnya tatanan. Dasar tatanan hanya dapat menjadi tatanan yang baik, bilamana yang ditata itu adalah merupakan unsur unsur yang cocok dan dapat terkait pada dasar dasar tatanan yang bersangkutan.
Dasar tatanan hukum pertama Tama ialah konsep tentang apa Hukum dalam budaya. Dari konsep itu ditarik dan diuraikan keluar Asas asas hukum nya. Dari asas asas hukum itu selanjutnya ditarik dan diuraikan lebih lanjut Asas asas sekunder nya. Dari asas asas sekunder tersebut ditarik keluar Kaedah kaedah yang menjadi kaedah substantif dari tata hukum yang bersangkutan. Dan dari kaedah substantif itu ditarik lebih lanjut sehingga ketemu ujudnya menjadi kaedah konkret individual.
Tatanan demikian itu mutlak bagi tata hukum di mana saja. Tatanan demikian itu adalah normatif artinya keharusan bagi setiap tatanan hukum. Dengan tatanan demikian nampak bahwa tata hukum berada di dalam suatu sistem yang khusus sistem yang dinamakan kybenertis. Dengan sistem yang demikian, setiap sarjana hukum dapat melaksanakan tugas nya sebagai turis dengan sungguh sungguh, yaitu menguasai dan menggunakan apa yang disebut logika yuridis. Dengan logika yuridis semacam itu terungkap tentang apa dan bagaimana nya yuridis di dalam tata hukum yang dihadapi nya.
Sehubungan dengan konsep hukum kita menurut Pembukaan Undang Undang Dasar Republik Indonesia 1945 serta dengan segala konsekwensinya masih tetap asing: apa dan bagaimana asas asas hukum kita yang ada dalam konsep Hukum menurut Undang Undang Dasar Republik Indonesia 1945. Dengan keadaan demikian ini berdampak pada tata hukum nasional kita yang bekerja tanpa ada sistem.
Yang kesemuanya itu harus menuju ke arah cita hukum (rechtsidee) dalam Pembukaan Undang Undang Dasar Republik Indonesia 1945. Contoh salah satu nya mewujudkan masyarakat adil dan makmur serta makmur yang berkeadilan. Mencerdaskan bangsa serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (**)
*Penulis adalah Pengamat Hukum di Sumatera Selatan



