KRIMINAL

Mencintai Pria yang Sama, Motif Anak di Jember Tega Membunuh Ibu Kandung dengan Keji

Jember, Medconas.com— Motif pembunuhan seorang wanita lansia di Jombang, Jember beberapa waktu lalu akhirnya terungkap. Sang anak perempuannya diduga turut terlibat dalam peristiwa keji yang menghilangkan nyawa Hasiyah (60) dan ditemukan tewas dengan leher tergorok  di tepi aliran sungai Desa Keting, Jombang, Jember.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku berjumlah 3 orang. Dua di antaranya ditembak kakinya karena berusaha kabur. Tiga pelaku yang ditangkap adalah SA (50) warga Desa Yosowilangun Lor, Lumajang. Kemudian AW (53) warga Desa Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Dan terakhir adalah SN (35) warga Desa, Jember yang tak lain putri korban. Ia turut ditangkap karena turut terlibat dengan pembunuhan ibu kandungnya sendiri.

Menurut, Kasat Reskrim Polres Jember AKP Abid Uais Al Qarni Aziz, pihaknya menerima keterangan dari para terduga pelaku bermotif asmara. AW berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya di Kalimantan. Lalu menyusul kemudian SA ditangkap.

“Dua orang ini terpaksa kita beri tindakan tegas karena berusaha kabur. Untuk barang bukti yakni pisau, sabit (celurit), dan juga celana korban dibuang ke sungai. Masih kami lakukan pengembangan untuk mencari barang bukti. Tepat sebulan setelah kejadian itu, kita berhasil menangkap tiga pelaku. Dua pelaku terpaksa kita tembak kakinya karena berusaha kabur saat ditangkap,” ujar Abid dikutip dari detik.com, Kamis, (14/12/2023).

Menurut Abid, usai kejadian, AW kabur ke Kalimantan. Sedangkan SN yang tak lain putrinya berupaya menutupi peristiwa itu dengan berpura-pura sedih dan merasa kehilangan,padahal dfirinya juga ikut terlibat dalam aksi keji terhadap ibunya tersebut.

” Jadi SN, putri korban ini merasa sakit hati, lantaran korban Hasiyah tak merestui pernikahannya dengan salah satu pelaku yakni SA lantaran disebabkan karena, belakangan di ketahui pernah ada hubungan asmara antara SA dengan korban,” terang Abid lagi.

Abid lalu menjelaskan pembunuhan berawal saat AW, salah satu tersangka lainnya mengajak korban keluar dengan berboncengan motor. Ketiga tersangka dan korban selama ini diketahui telah saling kenal. Sehingga saat AW mengajak keluar malam hari, korban tak curiga.AW dan korban lalu berboncengan dengan motor yang saat melaju ke arah jalan tepi sungai Desa Keting. Sedangkan SA bersama SN juga berboncengan motor mengikuti dari belakang.

Sesampai di TKP, AW menghentikan motor dan langsung berusaha menghabisi korban. Tersangka SA dan SN yang datang belakangan juga akhirnya turut membantu.

“Di TKP eksekutor pertama tersangka SA menggorok leher korban, kemudian kedua pelaku lainnya memegangi tangan korban dan mementungi (memukul) kepala korban memakai gagang celurit,” jelas Abid.

Untuk menghilangkan jejak sebagai pembunuhan berencana, ketiga pelaku lalu merekayasa seolah-olah Hasiyah sebagai korban perampokan.

“Pembunuhan ini dikesankan seperti perampokan dengan cara pelaku membawa uang yang ada di celana korban. Motor korban yang dipakai berboncengan dengan AW juga dibawa kabur dan kemudian digadaikan,” terang Abid.

Sebelumnya, Mayat Hasiyah tanpa identitas itu kemudian ditemukan warga setempat keesokan harinya atau pada Senin 13 November 2023 sekitar pukul 7.00 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan korban kemudian diketahui bernama Hasiyah (60), warga Desa Wonojati, Jenggawah. Jarak antara rumah korban dengan lokasi korban ditemukan sekitar 40 kilometer.

 

Related Articles

Back to top button