Gempa 4,8 M di Penutup Tahun 2023 Guncang Sumedang
Pj Gubernur : RSUD dan Terowongan kembar Tol Cisumdawu Terdampak

Jabar,Medconas.com—-Informasi BMKG disampaikan bahwa pusat gempa berada pada Lok:6.85 LS – 107.94 BT (2 km TimurLaut KAB-SUMEDANG-JABAR), Kedalaman 5 Km, Ahad [31/12/12023] pukul 20:34 WIB dengan intensoitas Gempa Mag:4.8, 31-Dec-23 20:34:24 WIB,
Atas kejadian tersebut,setidaknyan Terowongan kembar Tol Cisumdawu mengalami keretakan di sejumlah titik usai gempa Sumedang berkekuatan M 4,8. Meski begitu, terowongan tersebut dipastikan aman dilewati.
“Kami sudah laporkan ke PUPR dan PUPR telah menurunkan tim ke lokasi. Menurut PUPR masih aman jadi tidak ada rencana penutupan tol Cisumdawu,” kata Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, dilansir detikJabar, Senin (1/1/2024).

Bey meninjau sejumlah lokasi terdampak gempa, salah satunya RSUD Sumedang. Tiba sekitar pukul 7 pagi, Bey langsung meninjau beberapa titik bangunan RSUD yang mengalami keretakan akibat gempa berkekuatan magnitudo 4,8 yang terjadi pada Minggu (31/1/2023) malam.
Sebanyak 108 pasien telah dievakuasi dan dirawat di halaman depan RSUD Sumedang dan 45 pasien di halaman belakang. Bey memastikan para pasien tetap ditangani secara intensif.
“Kami tadi meninjau ke RSUD Sumedang saya lihat penanganannya sudah baik yang utama adalah keselamatan dan ketenangan pasien, jadi dipindahkan dulu ke tempat yang aman, memang masih ada pasien di dalam tapi itu berada di bangunan yang aman,” terang Bey.
Ia pun menyampaikan duka mendalam dan keprihatinan atas gempa yang mengguncang Sumedang di penghujung 2023. Gempa yang mengguncang Sumedang pada 31 Desember 2023 terjadi sebanyak lima kali. Namun setelah gempa yang ketiga, guncangan gempa berangsur mengecil yakni berada di kekuatan magnitudo 2.
Sebetulnya kemarin terjadi 5 kali gempa di Sumedang, namun setelah gempa yang ketiga kekuatannya semakin rendah yaitu sekitar 2 magnitudo, tentunya kita berharap tidak terjadi lagi gempa susulan,” harap Bey.
Akibat gempa tersebut, dilaporkan 138 rumah rusak ringan, 110 rusak berat, dan 456 warga mengungsi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun 11 orang mengalami luka ringan, 2 orang di antaranya dirawat di RSUD Sumedang dan RS Santosa Bandung.
“Tadi menurut laporan ada 138 rumah rusak ringan, 110 rusak berat, dan 456 pengungsi. Korban jiwa tidak ada, hanya luka ringan 11 orang dan 2 orang di antaranya dirawat di RSUD Sumedang dan Santosa Bandung, sisanya sudah pulang ke rumah masing-masing,” tutur Bey.
Setelah meninjau kondisi di RSUD Sumedang, Bey kemudian meninjau kondisi permukimam warga yang terdampak gempa cukup parah, tepatnya di Perum Babakan Hurip Kelurahan Kotakaler Kecamatan Sumedang Utara. Bey menyapa sejumlah warga yang sedang mengungsi di sejumlah tenda darurat.
Bey berkomitmen akan menangani secara maksimal dan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah.
“Atas nama masyarakat dan Pemerintah kami menyampaikan rasa duka dan prihatin atas terjadinya gempa ini. Tadi malam kami langsung koordinasi baik dengan Pemkab Sumedang, BNPB, BPBD, TNI, Polri, dan BMKG,” ucapnya



