17 Titik di Kota Palembang Kebanjiran, Harnojoyo : Dari 6 Pompa Hanya 3 yang Berfungsi

Palembang, Medconas.com–Hujan deras yang mengguyur Kota Palembang sejak 2 hari mengakibatkan setidaknya merendam 2.400 hektar wilayah aliran Sungai Bendung terutama di 17 titik Kota Palembang.
Hal ini disampaikan Walikota Palembang H Harnojoyo saat terjun langsung di wilayah banjir Jalan R Soekamto, Kelurahan 20 Ilir D2 Kecamatan Kemuning dan sekitarnya, Kamis (6/10/2022).

Menurutnya, banjir terjadi karena beberapa faktor, diantaranya adalah sedimentasi di aliran anak sungai, drainase ditimbun sehingga tidak berfungsi, juga gorong-gorong yang tersumbat.
” Ada sekitar 2.400 hektar yang bermuara ke Pompanisasi Sungai Bendung, terdapat beberapa anak sungai. Seperti Sekanak Lambidaro, Sungai Aur dan Sungai Bendung.Meskipun sudah ada pompanisasi Sungai Bendung dengan kapasitas 3.6000 liter perdetik dari 6 pompa, namun tidak bisa berfungsi optimal,” katanya.
“Dari 6 pompa ini hanya 3 yang berfungsi, karena aliran air dari anak-anak sungai, drainase, itu tidak lancar dialirkan ke mulut pompa Sungai Bendung,” tambahnya.
Harnojoyo memastikan, jika aliran air lancar dari drainase dan anak sungai, maka dengan kapasitas pompa 36.000 liter perdetik, bisa menuntaskan banjir di area 2.400 hektar ini.
“Memang ini butuh proses dari kita semua, untuk gorong royong, warga sadar tidak timbun drainase, tidak hanya pemerintah saja,” pintanya.
Menanggapi hal itu, Lurah 20 Ilir D2 Mery Husyanti mengatakan, setiap tahun warganya selalu kebanjiran. Dan yang terakhir di Desember 2021 kemarin.
“Bisa jadi karena aliran air tersumbat karena pembangunan yang marak, gedung tinggi dan flyover yang sedang dibangun,” katanya.
Tak hanya itu, menurutnya ini juga faktor cuaca dimana curah hujan yang tinggi sehingga air meluap tidak tertampung lagi di drainase dan anak sungai.
“Ada 250 KK atau sekitar 500 warga yang terdampak atas musibah ini. Namun kita sudah menyiapkan posko kesehatan keliling dan kemungkinan akan dibagikan sembako untuk warga terdampak” urainya.



