Gempa Turki dan Suriah Tewaskan Ribuan Orang, 500 WNI Berada di Lokasi Gempa

Turki, Medconas.com— Gempa Turki dan Suriah disebut sebagai gempa terbesar sepanjang sejarah negara tersebut setelah hampir lebih dari puluhan tahun lalu. Gempa dengan kekuatan M 7,8 yang terjadi pada Senin pagi, (6/2/2023) waktu setempat ini dipastikan telah merenggut nyawa ribuan orang dan merusak puluhan ribu gedung dan kontruksi bangunan.
Melansir AFP, tercatat lebih dari 3 ribu orang meninggal dunia. Jumlah korban diperkirakan akan bertambah karena adanya gempa susulan. Adapun berbagai faktor yang membuat gempa kuat ini sangat mematikan diantaranya yaitu waktu kejadian, lokasi, garis patahan yang relatif tenang hingga lemahnya konstruksi bangunan yang runtuh. Gempa tersebut menyebabkan kehancuran sebagian karena kekuatannya dan karena menghantam wilayah berpenduduk. Alasan lain yaitu karena gempa terjadi pada pukul 04.17 (0117 GMT), yang berarti bahwa orang-orang yang sedang tidur.
“Terperangkap ketika rumah mereka runtuh,” kata peneliti kehormatan di British Geological Survey Roger Musson, kepada AFP.
Konstruksi bangunan juga tidak “benar-benar memadai untuk daerah yang rawan gempa besar,” katanya.
Hal lain yaitu sebagian mungkin disebabkan oleh fakta bahwa garis patahan tempat gempa terjadi baru-baru ini relatif tenang.
Diketahui, Turki berada di salah satu zona gempa paling aktif di dunia. Sebuah gempa di sepanjang garis patahan Anatolia Utara di wilayah Turki utara Duzce menewaskan lebih dari 17.000 orang pada tahun 1999.
“Tapi gempa Senin terjadi di sisi lain negara itu, di sepanjang patahan Anatolia Timur. Sesar Anatolia Timur tidak memiliki gempa berkekuatan 7 selama lebih dari dua abad, yang bisa berarti orang “mengabaikan betapa berbahayanya itu,” kata Musson.
Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara mencatat 500 warga negara Indonesia (WNI) berada di lokasi gempa Turki. Melalui pernyataan, KBRI Ankara menuturkan wilayah utama yang terkena gempa berada di sekitar tenggara Turki yang berdekatan dengan perbatasan Suriah, meliputi 12 daerah yaitu; Adana, Adıyaman, Kahramanmaraş, Gaziantep, Diyarbakır, Hatay, Kilis, Şanliurfa, Malatya, Osmaniye, Elazig, Elbistan. Sejauh ini, KBRI Ankara mencatat 3 WNI di wilayah itu menjadi korban luka.
“Sejauh ini dari sekitar 500 WNI di sekitar lokasi, 3 orang terluka dan sudah ditangani di rumah sakit terdekat,” demikian pernyataan resmi KBRI Ankara.
KBRI Ankara mengatakan ratusan WNI di lokasi gempa itu kebanyakan pelajar, pekerja spa terapis, pasangan yang menikah dengan warga setempat, dan pekerja di organisasi internasional yang beroperasi di perbatasan Turki-Suriah. Sejumlah WNI di Kahramanmaras juga harus meninggalkan apartemen karena mengalami kerusakan parah.
KBRI Ankara sedang mengupayakan rumah penampungan sementara sambil menunggu penanganan dari otoritas setempat. Sampai saat ini, KBRI Ankara masih terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memastikan ratusan WNI yang ada di lokasi gempa dalam keadaan baik-baik saja.



