PALEMBANG

Wisatawan Asal Lampung Dikeroyok di BKB, Ratu Dewa Semprot 2 OPD

Palembang, Medconas.com— Kabar pengeroyokan dan pemalakan di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB) oleh sejumlah orang terhadap wisatawan beberapa waktu lalu membuat  Pj Walikota Palembang Ratu Dewa murka.

Atas peristiwa tersebut, Dewa Dewa langsung menghubungi Kasat Pol PP dan Kadishub Kota Palembang untuk mengusut tuntas kejadian ini.

“Saya minta buat laporan lengkap. Saya tidak mau terulang lagi, ini sangat memalukan Palembang dan wajah kita ini. Saya perintahkan kepada kedua OPD tersebut  segera melalukan tindakan penertiban oknum -oknum yang meresahkan di kawasan BKB, ” ujar Dewa, Senin (6/11/2023).

Agus Santoso dan Setiawan korban pengeroyokan dan pemalakkan di BKB

Menurut Dewa bagaimana orang betah datang ke Palembang jika ada ulah orang-orang yang membuat resah para pendatang.

“Saya sudah ingatkan kedua OPD ini untuk mengusut kasus ini, jangan sampai terulang lagi, saya tidak mau ini terulang lagi,”tegasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya, Agus Santoso dan Setiawan bapak anak yang berprofesi sebagai sopir dan kenek asal Lampung ini dikeroyok oleh sejumlah orang di wisata Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang saat mereka membawa rombongan wisata ibu-ibu pengajian ke BKB pada Jumat (3/11/2023) sekira pukul 18.00 WIB. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka hingga dompet dan HP dibawa pelaku. Atas peritiwa yang dialaminya, kedua korban sudah melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Palembang dengan nomor regester LP/B/2457/XI/2023/SPKT/Polrestabes Palembang/Polda Sumsel pada Sabtu (4/11/2023).

Menurut keterangan korban, kejadian bermula saat dirinya dan anaknya sedang menunggu ibu-ibu pengajian. Saat itu, korban Agus sempat berfoto-foto di BKB dan saat hendak menyimpan spanduk, ia datangi pria yang mengaku tukang parkir.

Pria tersebut kata dia datang untuk meminta rokok. Pria itu sempat memaksa minta uang jika tidak diberi rokok. Sehingga Agus memutuskan masuk ke bus dan mengambil dua batang rokok untuk pria tersebut.

“Tak lama dari kejadian itu datang lagi pria lain untuk minta rokok lagi,” kata Agus.

Lantaran rokok hanya tersisa dua batang, dia pun menolak memberikan rokok tersebut, sehingga terjadilah cekcok mulut.

“Rokok yang tadi dilemparkan ke muka, saya masih diam saja dan sabar. Saat saya turun dari mobil, mereka langsung menendang pinggang. Anak saya yang melihat kejadian itu, langsung turun dari mobil dan membela saya,” beber Agus.

Namun, sambungnya, anaknya langsung dikeroyok oleh kedua pria tersebut hingga mengalami luka robek di bibir. Tak lama berselang, datang lagi rombongan pelaku lainnya yang ikut mengeroyok Agus dan Bagus.

Tak sekedar mengeroyok keduanya, para pelaku pun merampas dompet milik Agus yang berisikan uang tunai sebesar Rp 723 ribu dan satu unit handphone. Sehingga, dia pun membuat laporan polisi dengan harapan pelaku cepat tertangkap.

“Saya luka di wajah, mata kiri kanan lebam, leher lecet dan sakit di bagian leher. Mereka juga mengambil dompet dan handphone Pak. Total kerugian saya Rp1,6 juta, ” katanya.

Related Articles

Back to top button